Selasa, 26 Maret 2013

diagnosa keperawatan



DIAGNOSA KEPERAWATAN
ANGGOTA :
v EVI S
v DWI CRISTIN
v HARIYANTO
v RISKE DWI H
v RATIN RIDHO
v AULIA
v MAKSIMILIANUS
v PRADIKA
v FERI PITA
v MEGA O P S
v SITI HALIMATUS Z
v LINDA MARIANI
v ANDRIANI
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “DIAGNOSA KEPERAWATAN’’

            Makalah ini berisikan tentang informasi pengertian DIAGNOSA KEPERAWATAN atau yang lebih khususnya membahas cara mendiagnosa keperawatan, karakteristik sertas perspektif diagnosa keperawatan. Dalam islam diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang diagnosa keperawatan.

            Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

             Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
                                                                             
Madiun,15 maret 2013

Penyusun


i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar………………………………………………..i
Daftar Isi……………………………………………………..ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang ………………………………………..………1
BAB II PEMBAHASAN
A.  Definisi diagnosa keperawatan…………………………….…...2
B.   Tujuan Diagnosa Keperawatan……………………….……..….3
C.   Kategori diagnosa keperawatan …………………….…….……4
D.  Berpikir kritis dan diagnostic keperawatan ………………..…..7
E.   Pernyataan Diagnosa Keperawatan …………………………..10
F.Data Pengkajian dan Pernyataan Diagnostik ………………….15
G.  Diagnosa Keperawatan dan Diagnosa Medis ……...…………15
H.  Sumber Kesalahan Diagnostik …………………..……………16
I.      Keuntungan dari Diagnosa Kepewatan ………………………18
J.  Keterbatasan Diagnosa Keperawatan …………………………19

BAB III PENUTUP
A.  Kesimpulan …………………………………………….……..20
B.   Saran …………………………………………………….…....20

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………21




ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1        Latar Belakang
Diagnosa keperawatan adalah keputusan klinis mengenai seseorang, keluarga, atau masyarakat sebagai akibat dari masalah kesehatan atau proses kehidupan yang aktual atau potensial (NANDA, 1990). Diagnosa keperawatan memberikan dasar pemilihan intervensi yang menjadi   tanggung gugat perawat. Perumusan diagnosa keperawatan adalah bagaimana diagnosa keperawatan digunakan dalam proses pemecahan masalah. Melalui identifikasi, dapat digambarkan berbagai masalah keperawatan yang membutuhkan asuhan keperawatan. Di samping itu, dengan menentukan atau menyelidiki etiologi masalah, akan dapat dijumpai faktor yang menjadi kendala dan penyebabnya. Dengan menggambarkan tanda dan gejala, akan memperkuat masalah yang ada.
1.2        Rumusan Masalah
·       Apa pengertian dari diagnosa keperawatan ?
·       Tujuan diagnosa keperawatan ?
·       Proses diagnosa keperawatan ?
·        Kesalahan dalam mendiagnosa keperawatan ?



1
BAB II
PEMBAHASAN

A.           Definisi Diagnosa Keperawatan
Diagnosa Keperawatan adalah pernyataan yang menggambarkan respons aktual atau potensial klien terhadap masalah kesehatan yang perawat mempunyai lisensi dan kompeten untuk mengatasinya.
Alasan  untuk merumuskan diagnosa keperawatan setelah menganalisis data pengkajian adalah untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang melibatkan klien dan keluarganya dan untuk memberikan arah asuhan keperawatan.pernyataan diagnosa keperawatan adalah hasil dari proses diagnostik selama perawta menggunakan pemikiran kritis. Diagnosa keperawatan dikembangkan untuk klien,keluarga, atau komunitas,dan yang mencakup data fisik, perkembangan,intelektual,emosi,sosial,dan spiritual yang didapatkan selama pengkajian.
Diagnosa keperawatan adalah suatu pernyataan yang
menjelaskan respon manusia (status kesehatan atau resiko perubahan pola) dari individu atau kelompok dimana perawat secara akontabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga status kesehatan menurunkan, membatasi,

2
mencegah dan merubah (Carpenito,2000).Perumusan diagnosa keperawatan :
1) Actual : menjelaskan masalah nyata saat ini sesuai dengan data
klinik yang ditemukan.            
2) Resiko:  menjelaskan masalah kesehatan nyata akan terjadi jika
tidak di lakukan intervensi.
3) Kemungkinan : menjelaskan bahwa perlu adanya data tambahan
untuk memastikan masalah keperawatan kemungkinan. 
4) Wellness : keputusan klinik tentang keadaan individu,keluarga,atau
masyarakat dalam transisi dari tingkat sejahtera tertentu ketingkat
sejahtera yang lebih tinggi.
5) Syndrom : diagnose yang terdiri dar kelompok diagnosa
keperawatan actual dan resiko tinggi yang diperkirakan
muncul/timbul karena suatu kejadian atau situasi tertentu.
B.           Tujuan Diagnosa Keperawatan
Tahap diagnosa keperawatan memungkinkan perawat untuk menganalisis dan mensintesis data yang telah dikelompokkan sesuai pola kesehatan atau divisi diagnosa. Diagnosa keperawatan dirumuskan berdasarkan respons pasien terhadap perubahan-perubahan pasa status kesehatan,masalah-masalah yang diidentifikasi,dan kemampuan perawat untuk membantu menyelesaikan masalah pasien.

3
C.           Katagori Diagnosa Keperawatan
Untuk memudahkan dalam mendokumentasikan proses keperawatan, harus diketahui beberapa tipe diagnosa keperawatan. Tipe diagnosa keperawatan meliputi tipe aktual, resiko, kemungkinan, sehat dan sejatera, dan sindrom.
a.      Diagnosa keperawatan aktual
            Diagnosa keperawatan aktual menurut NANDA adalah menyajikan keadaan klinis yang telah divalidasikan melalui batasan karakteristik mayor yang diidentifikasi. Diagnosa keperawatan aktual memiliki empat komponen diantaranya : label, definisi, batasan karakteristik, dan faktor yang berhubungan.
Faktor yang berhubunga terdiri dari empat komponen yaitu:
1.      Patofisiologi (biologis atau psikologis)
2.      Tindakan yang berhubungan
3.      Situasional (lingkungan, personal)
4.      Maturasional
Penulisan rumusan ini adalah PES (problem + etiologi + simtom).
Contoh pernyataan diagnosa keperawatan : Intoleransi aktivitas yang berhubungan dengan penurunan transport oksigen sekunder akibat tirah baring lama dan menurun, tekanan diastolik meningkat  >15 mmHg, puccat, sianosis, lemah.

4
b.      Diagnosa keperawatan risiko atau risiko tinggi
Menurut NANDA, diagnosa keperawatan risiko adalah keputusan klinis tentang individu, keluarga, atau komunitas yang sangat rentan  untuk mengalami masalah dibanding individu atau kelompok lain pada situasi yang sama atau hampir sama.

Diagnosa keperawatan ini mengganti istilah diagnosa keperawatan potensial dengan menggunakan “risiko terhadap atau risiko tinggi terhadap”. Validasi untuk menunjang diagnosa risiko tinggi adalah faktor risiko yang memperlihatkan keadaan dimana kerentanan meningkat terhadap klien atau kelompok dan tidak menggunakan batasan karakteristik.
Penulisan rumusan diagnosa keperawatan risiko tinggi adalah PE (problem + etiologi).
Contoh penulisan diagnosa risiko tinggi : Risiko terhadap penularan infeksi yang berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang menurunnya risiko penularan virus AIDS.
c.       Diagnosa keperawatan kemungkinan
Menurut NANDA, diagnosa keperawatan kemungkinan adalah pernyataan tentang masalah yang diduga masih memerlukan data tambahan dengan harapan masih diperlukan untuk memastikan adanya tanda dan gejala utama adanya faktor risiko.
5
Contoh penulisan diagnosa kemungkinan : Kemungkinan gangguan konsep diri yang berhubungan dengan kehilangan peran tanggung jawab.

d.      Diagnosa keperawatan sejatera
Menurut NANDA, diagnosa keperawatan sejatera adalah ketentuan klinis mengenai individu, kelompok, atau masyarakat dalam transisi dari tingkat kesehatan khusus ke tingkat kesehatan yang lebih baik. Cara pembuatan diagnosa ini menggabungkan pernyataan fungsi  positif dalam masing-masing pola kesehatan fungsional sebagai alat pengkajian yang disahkan. Dalam menentukan diagnosa keperawatan sejatera menunjukkan terjadi peningkatan fungsi kesehatan menjadi fungsi yang positif.
Sebagai contoh, pasangan muda yang kemudian menjadi orangtua telah melaporkan fungsi positif dalam perannya pola hubungan. Perawat dapat memakai informasi dan lahirlah bayi baru sebagai tambahan dalam unit keluarga, untuk membantu keluarga mempertahankan pola hubungan yang efektif.

Contoh penulisan diagnosa keperawatan sejatera : Perilaku mencaari bantuan kesehatan yang berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang peran sebagai orang baru (Linda Jual Carpenito,1995).

6
e.       Diagnosa keperawatan sindrom
Menurut NANDA, diagnosa keperawatan sindrom adalah diagnosa keperawatan yang terdiri dari sekelompok diagnosa keperawatan aktual atau risiko tinggi yang diduga akan muncul karena suatu kejadian atau situasi tertentu.
Contoh penulisan diagnosa keperawatan sindrom : Sindrom disuse yang berhubungan dengan tindakan pembedahan (amputasi).
Penulisan dokumentasi diagnosa keperawatan beertujuan untuk:
Ø  Mengomunikasikan masalah pasien pada tim kesehatan
Ø  Mendemonstrasikan tanggung jawab dalam identifikasi masalah pasien
Ø  Mengidentifikasi masalah utama untuk perkembangan intervensi keperawatan.
D.           Berpikir Kritis Dan Proses Diagnostik Keperawatan
Berpikir kritis adalah pemeriksaan data,pengumpulan informasi dari literature,pengorganisan pengamatan,dan penelitian atas pengalaman masa lalu (Bandman & Bandman,1995).Pada saat asuhan keperawatan meluas ke dalam berbagai lingkungan perawatan kesehatan,makin banyak aspek berpikir kritis diperlukan dalam pertimbangan dan penilaian diagnostic (Gordon,1994).


7
Analisis dan Interpretasi Data
    Proses Diagnostik ialah kegiatan menganalisis dan mensintesis data yang dikumpulkan selama pengkajian.proses diagnostic ini memadukan ketrampilan berpikir kritis dalam langkah pembuatan-keputusan yang digunakan perawat untuk mengembangkan pernyataan diagnostic.proses ini mencakup analisis dan interprestasi data pengkajian,identifikasi masalah, dan merumuskan diagnose keperawatan.
    Selama pengkajian, data dikumpulkan dari berbagai sumber,divalidasi,dan diurut ke dalam kelompok yang membentuk pola. Data dasar secara kontinu direvisi
Validasi data
Proses Diagnostik
Validasi data
Pengelompokan data
Interpretasi Data
Identifikasi kebutuhan klien
Perumusan diagnosa keperawatan
 












8
Pengelompokan Data
    Kelompok data terdiri atas batasan karakteristik. Btasan karakteristik adalah criteria klinis yang mendukung adanya kategori diagnostic.Kriteria klinis ialah tanda dan gejala objektik atau sukbjektif atau factor resiko (carpenito,1995). Tidak adanya batasan karakteristik menunjukkan diagnosis harus ditolak.kategori diagnostic dan batasan karakteristiknya memberikan struktur untuk proses kognitf dalam pengidentifikasian kebutuhan klien dan perumusan actual dari diagnose keperawatan.
Identifikasi Masalah Klien
    Sebelum merumuskan diagnosa keperawatan, perawat mengidentifikasi masalah perawatan kesehatan umum klien.Sebagai contoh,setelah menerima sekelompok data, seperti dispnea, peningkatan frekuensi pernapasan,dan batuk,perawat dapat mengenali bahwa klien mempunyai masalah pernapasan umum. Namun begitu, sebelum perawat dapat memberikan perawatan secara efektif, masalah harus ditetapkan secara lebih spesifik. Ketika mengidentifikasi masalah ini,perawat mempertimbangkan semua data pengkajian dan memfokuskan pada data abnormal dan yang berkaitan (Gordon, 1994).
    Untuk mengidentifikasi kebutuhan klien,perawat harus lebih dulu menentukan apa masalah kesehatan klien dan apakah masalah tersebut actual atau potensial.
9
    Masalah kesehatan actual adalah masalah yang dirasakan atau dialami oleh klien,sperti gangguan pola tidur yang berhubungan dengan lingkungan yang bising. Suatu masalah kesehatan berisiko mewaspadakan perawat pada pentingnya intervensi pencegahan (Gordon,1994). Faktor risiko untuk diagnose keperawatan atau berisiko menunjukan situasi yang meningkatkan kerentanan klien atau kelompok terhadap suatu penyakit atau kecelakaan (Carpenito, 1995). Sebagai contoh, selama perjalanan pasca operatif, perokok yang kelebihan berat badan berisiko terhadap bersihan jalan napas tidak efektif yang berhubungan dengan nyeri insisi.
E.            Pernyataan Diagnosa Keperawatan
Format Diagnosa Keperawatan
    Format diagnosa keperawatan (yaitu,secara actual diagnosa dinyatakan) didapat dari proses diagnosik. Format ini memungkinkan perawat pemula mempunyai pengenalan dan pemahaman terhadap struktur dari pernytaan diagnosa keperawatan. Faktor yang berhubungan adalah kondisi atau etiologi yang mempengaruhi resnpons actual atau potensial klien, yang dapat diubah oleh intervensi keperawatan.




10
Contoh Analisis Data
Kenali pola ( kelompok batasan karakteristik )
·       Tidak defekasi selama 4 hari
·       Defekasi nyeri dengan mengejan
·       Feses terakhir kecil dank eras
·       Abdomen keras dan distensi
Bandingkan dengan standart normal
·       Feses lunak,dan berbentuk setiap hari
·       Defekasi tidak nyeri
·       Abdomen lunak,tidak distensi
Buat konklusi pertimbangan
·       Masalah eliminasi feses

      Format dua bagian ini diterima oleh sebagian besar tokoh keperawatan ( Soares,O’Hearn, 1990,Carlson et al,1991;Gordon,1994;Carpenito,1995).Format ini membantu perawat dalam mengindifidualisasa diagnosa keperawatan klien dan memberikan arahan untuk menyembuhkan etiologi atau interfensi yang sesuai. Intervensi keperawatan di  arahkan kepada mengubah atau menyembuhkan etiologi atau factor yang berhubungan (McCloskey & Bulechek, 1992). Format ini mendukung pemberian asuhan keperawatan yang bersifat indifidual untuk seorang klien atau kelompok klien.

11
Perumusan Diagnosa Keperawatan
    Perumusan diagniosa keperawatan didasarkan pada identifikasi kebutuhan klien. Bila data pengkajian mulai menun jukan masalah, perawat diarahkan pada pemilihan diagnose keperawatan yang sesuai.

Format Diagnosa Keperawatan NANDA
Pernyataan Diagnostik
Faktor Yang Berhubungan
kontipasi
Diet serat yang tidak mencukupi
Efek nedikasi
Masukan cairan yang tidak adekuat
Penurunan aktivitas
Keletihan
Ketidaknyamanan
Tuntutan peran yang berlebihan
Peningkatan kebutuhan energi
Kerusakan intergritas kulit
Retensi
Klebihan sekresi
Imobilisasi
Perubahan sirkulasi


12
Hubungan antara pernyataan diagnostic dan format diagnostic :
Etiologi
Masalah
                                           Yang berhubungan
                                                   dengan
Disfungi pola kesehatan
Faktor-faktor yang berkaitan/yang mempengaruhiu
 


yang berhubungan
                                                                    dengan                             




Masalah eliminasi usus
·       Tidak defekasi selama 4 hari
·       Nyeri/mengejan saat defekasi
·       Feses kecil dan keras
·       Distensi abdomen
·       Riwayat masukan diet serat buruk
 
                                                                     Perawat menggunakan     
                                Ketrampilan ber                          
                                          Pikir kritis untuk
                                          Identifikasi etio
                                          Logi yang terbaik


Etilogi
 
Label diagnostik
Kontipasi


Masukan diet serat sangat kurang


ynag berhubungan
dengan                             
 
13
    Masalah adalah respons actual atau potensial klien terhadap kesehatan atau penyakit. Faktor yang berhubungan adalah kondisi etiologis atau penunjang lainnya yang mempengaruhi respons klien (Carpenito, 1995).
    Frase ‘’ yang berhubungan dengan” mengidentifikasi etiologi atau penyebab dari masalah. Ini bukan pernyataan penyebab dan efek, tetapi lebih menunjukan bahwa etiologi dapat menunjang atau berkaitan dengan masalah. Dengan mencakupkan farse tersebut mengahruskan perawat untuk menggunakan ketrampilan berpikir kritis untuk mengindualisasi diagnosa keperawatan dan intervensi yang mengikutinya.
    Etiologi atau penyebab diagniosa keperawatan harus terdapat dalam domain praktik keperawatan dan kondisi yang berespons terhadap intervensi keperawatan. Dalam lingkup yang sama,diagnose keperawatan. Ini adalah benar. Intervensi keperawatan tidak dapat mengubah diagnose medis.Namun demikian,intervensi keperawatan dapat diarahkan pada factor etiologi dan label diagnose.
    Sejalan dengan perubahan status klien,diagnosa keperawatan dimodifikasi. Sebagai contoh, data pengkajian klien yang berkaitan mencakup hal berikut : penurunan diet serat dan masukan cairan yang terbatas, tidak defekasi selama 3 hari, bising usus menurun, abdomen bawah distensi, material feses keras yang diekstraksi selama pemeriksaan rectal manual, dan specimen feses guaiak negatif. Diagnosa keperawatan yang paling sesuai adalah,konstipasi yang berhubungan dengan masukan serat terbatas. Namun demikian, bila diet tinggi serat telah dilakukan dan konstipasi klien teratasi, risiko terhadap konstipasi tetap didasarkan pada riwayat masa lalu klien. Modifikasi diagnose keperawatan terjadi secara terus menerus.
14
    Sejalan dengan perubahan tingkat asuhan keperawatan dan tingkat kesejahteraan, perubahan ini dicerminkan dalam pernyataan diagnose keperawatan. Diagnosa keperawatan yang sudah lalu tidak secara akurat mencerminkan kebutuhan terbaru klien.
F.        Data Pengkajian dan Pernyataan Diagnostik
    Data pengkajian keperawatan harus mendukung label diagnostic dan factor yang berhubungan harus mendukung etiologi. Dengan mengumpulkan data yang tepat, mungkin akan membantu untuk identifikasi aktifitas pengkajian yang menghasilkan jenis data spesifik. Sebagai contoh,menanyakan klien tentang kualitas dan persepsi nyeri menghasilkan data subjektif. Namun demikian, mempalpasi area, yang dapat menimbulkan raut wajah meringis kesakitan, memberikan informasi objektif. Sama halnya dengan meminta klien untuk menggambarkan persepsi tentang ketidakteraturan denyut jantung  menghasilkan informasi subjektif, dan menggunakan aukultasi untuk mendapatkan denyut menghasilakan suatu pengukuran frekuensi dan irama jantung yang objektif.
G.       Diagnosa Keperawatan dan Diagnosa Medis
    Diagnosa keperawatan berfokus pada dan mendifinisikan kebutuhan keperawatan dari klien (Gordon, 1994). Diagnosa keperawatan mencerminkan tingkat kesehatan atu respons terhadap penyakit atau proses patologis,status emosional,fenomena sosiokultural, atau tahap perkembangan. Diagnosa Medis secara menonjol mengidentifikasi status penyakit spesifik. Fokus medis adalah pada diagnosis dan pengobatan terhadap penyakit.
    Diagnosis medis dan keperawatan dikembangkan menggunakan dasar data pengkajian. Pada kedua profesi tersebut,label diagnostic mengarahkan arah keperawatan.
15
    Namun demikian, datat dasar keperawatan adalah global,dan mencakup suatu pengkajian mendalam dari dimensi fisiologis,psikologis,sosio cultural,perkembangan dan spiritual klien, Data dasar kedokteran mencakup system fisiologis dan personal serta system social. Sistem personal dan social mungkin terbatas pada riwayat medis keluarga dan ekonomi serta riwayat asuransi klien (Gordon, 1994).
H.  Sumber Kesalahan Diagnostik
              Proses diagnostic tidak bebas dari kesalahan. Dalam proses diagnostic,perawat mengandalkan empat bidang.
Pertama, harus ada data pengkajian dasar. Kedua, perawat menganalisis dan menginterpretasi data. Ketiga, data dikelompokkan ke dalam kelompok yang mempunyai makna. Terakhir, perawat mengidentifikasi masalah klien yang mengahasilkan identifikasi label diagnostic. Masing –masing dari keempat bidang ini adalah sumber potensial kesalahan diagnostic,yang dapat mengubah hasil kesehatan klien.
                                                                            
Kesalahan dalam Pengumpulan Data
  Tipe kesalahan ini terjadi selama proses pengkajian. Jika data dikumpulkan secara tidak lengkap, dikurangi,salah interpretasi, maka diagnosis ini tidak benar. Jika pengumpulan data terorganisasi,maka proses diagnostic akan jelas.
    Praktik berikut penting selama pengkajian untuk menghindari kesalahan pengumpulan data. Pertama, sebelum pengkajian,perawat secara kritis menelaah tingkat kenyamanannya dan kompetensinya dengan ketrampilan wawancara dan pengkajian fisik. Kedua,perawat harus menetukan keakuratan data yang dikumpulkan. Sebagai contoh, perawat yang mengauskultasi bunyi paru abnormal untuk pertama kali mungkin merasa tidak yakin tentang apa yang sudah didengarnya melalui stestoskop.

16
    Untuk meminimalkan risiko ketidakakuratan,perawat harus mempunyai sejawat yang lebih berpengalaman yang memvalidasi temuan atau menjelaskan mengapa data tidak tepat. Ketiga, ketika mengmbangkan keterampilan pengkajian, perawat harus memeriksa kelengkapan data pengkajian.Dengan menelaah pengkajian klien dalam lingkungan klinis atau kelas, memberikan perawat kesempatan belajar yang kontruktif untuk menentukan kapan pengkajian adalah lengkap atau kapan diperlukan revisi lebih lanjut. Yang terakhir,kesalahan dalam pengumpulan data dikurangi ketika pendekatan terorganisasi digunakan untuk pengkajian. Sebelum pengkajian perawat harus mempunyai format yang sesuai dan peralatan pemeriksaan yang tepat. Perawat dapat mencapai suatu pengkajian yang terorganisasi jika lingkungan tersendiri,tenang dan Nyaman bagi klien.
Kesalahan dalam interpretasi dan Analisis Data
    Setelah pengkajian perawat menelaah data dasar. Selama penelaahan ini perawat menentukan apakah data sudah akurat dan lengkap. Perawat menelaah data untuk memvalidasi bahwa data subjektif telah didukung oleh temuan fisik objektif jika diperlukan. Perawat mungkin juga menelaah literature yang mendukung untuk memastikan dasar pengetahuan yang adekuat untuk membentuk diagnose keperawatan yang tepat. Terakhir, perawat mulai mengidentifikasi dan mengorganisasi pola pengkajian pola relevan untuk mendukung adanya masalah klien.
                                            
Kesalahan dalam Pengelompokan Data
    Setelah data diinterpretasikan dan dianalisis, maka terjadi pengelompokan data. Kesalahan dalam mengelompokan data jika data dikelompokkan secara premature, tidak tepat, atau tidak sama sekali ( Gordon, 1982, 1994). Penghentian premature pengelompokan data terjadi ketika perawat membuat diagnose keperawatan sebelum semua data dikelompokan.
17
    Pengelompokan tidak tepat terjadi ketika perawat mencoba untuk membuat diagnose keperawatan sesuai dengan tanda dan gejala yang didapat. Diagnose keperawatan harus diturunkan dari data,bukan seblaiknya. Diagnose keperawatan yang tidak tepat mempengaruhi kualitas asuhan.
Kesalahan dalam Pernyataan Diagnostik
    Tipe kesalahan  terakhir  yang dapat terjadi adalah cara di mana diagnose keperawatan di nyatakan.terdapat beberapa pedoman umum  untuk mengurangi kesalahan pernyataan diagnostic itu sendiri. Pernyataan harus dibuat dalam kata-kata yang sesuai,ringkas dan bahasa yang tepat, yang mencakup penggunaan terminology yang tepat yang mencerminkan respons klien terhadap penyakit atau kondisi.
          Selain itu, terdapat tiga cara yang tepat untuk menyatakan  label diagnostic, termasuk diagnose keperawatan  yang di nyatakan sebagai diagnosis medis, yang menggunakan t erminologi medis untuk menggambarkan penyebab, dan pernyataan diagnosa keperawatan sebagai suatu intervensi. Hal ini salah karena mereka memindahkan  fokus pernyataan dari keperawatan  kedokteran atau memindahkan  fokus dari penyebab ke intervensi.
I.  Keuntungan dari Diagnosa Kepewatan
    Diagnosa keperawatab adalah menguntungkan baik bagi perawat maupun klien. Diagnose keperawatan memfasilitasi komunikasi diantara perawat tentang tingkah kesejahteraan klien dan membantu dalam perencanaan pemulangan. Diagnose keperawatan memfasilitasi komunikasi dalam beberapa cara. Daftar awal keperawatan adalah suatu rujukan yang mudah didapat untuk kebutuhan perawatan kesehatan klien saat ini.

18
    Diagnosa keperawtan juga membantu memprioritaskan kebutuhan klien. Diagnose keperawatan juga digunakan untuk pencatatan dalam catatan perkembangan,menuliskan rujukan,dan memberikan transisi perawatan yang efektif dari satu unit ke unit lainnya, dari satu klinik lainnya, atau dari rumah sakit ke komunitas. Perencanaan pemulangan adalah set keputusan dan aktivitas yang dirancang untuk memberikan kontinuitas dan koordinasi terhadap asuhan keperawatan.
    Diagnosa keperawatan dapat juga berfungsi sebagai fokus untuk perbaikan kualitas (Gordon,1994).Perbaikan kualitas adalah proses pemantauan dan evaluasi dan hasil dalam pelayanan kesehatan dan bisnis lainnya untuk mengidentifikasi kesempatan untuk perbaikan.Manfaat dari diagnosa keperawatan bagi profesi juga penting bagi klien dan keluarga. Komunikasi yang lebih baik diantara profesional perawatan kesehatan membantu menghilangkan masalah potensial dalam memberikan perawatan dan mempertahankan fokus pada pemenuhan tujuan perawat kesehatan klien.selanjutnya, klien mendapat manfaat dari asuhan keperawatan yang bersifat individual yang dihasilakan dari penetapan tujuan yang sesuai,pemilihan prioritas yang tepat,pemilihan intervensi yang tepat,dan penetapan criteria hasil.
J.          Keterbatasan Diagnosa Keperawatan
  Diagnosa keperawatan mempunyai keterbatasan,dan praktisi pemula harus menyadari tentang keberadaannya. Karena evolusi kontinub tentang istialh dan penggunaan diagnosa keperawatan,bahsa yang digunakan kadang bertele-bertele dan mengandung istilah selingkung(jargon).hal ini mungkin membatasi penggunaan diagnosa keperawatan hannya pada professional keperawatan dan mengakibatkan kebingungan diantara anggota tim perawatan kesehatan yang lain ( seahil; 1991; Carpebito,1995).
19
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan

Diagnosa keperawatan memberikan dasar intervensi yang menjadi tanggung gugat perawat. Perumusan diagnosa keperawatan atau bagaimana diagnosa keperawatan digunakan dalam proses pemecahan masalah. Untuk memudahkan dalam membuat diagnosa keperawatan harus diketahui tipe diagnosa keperawatan yang meliputi, aktual, resiko tinggi / resiko kemungkinan, sejatera dan sindrom.

B.     Saran

Kami berharap agar mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar (media dan berita) yang terkait dengan materi ini. Dengan demikian belajar Dokumentasi menjadi pembelajaran yang menarik, kreatif dan berwibawa.








20
DAFTAR PUSTAKA


Carpenito, L.J (1997) Buku pegangan dosen. Diagnosa keperawatan Aplikasi pada Praktek Klinis. EGC, Jakarta.


Carpenito, L.J (2001) Buku Saku Diagnosa Keperawatan (Hnadbook of Nursing Diagnosis) (Alih Bahasa Monica Ester). EGC. Jakarta.
















21