Sabtu, 01 Maret 2014

LP TUMOR OTAK



LAPORAN PENDAHULUAN
TUMOR OTAK
A.    PENGERTIAN
Tumor otak adalah tumor jinak pada selaput otak atau salah satu otak (rosa mariono,MA,standart asuhan keperawatan, st corolus,2000)
Tumor otak adalah suatu lesi ekpansif yang bersifat jinak (benigna) ataupun ganas (maligna) membentuk massa dalam ruang tengkorak kepala (intrakcranial) atau disumsum tulang belakang (medulla spinalis). Neoplasma pada jaringan otak dan selaputnya dapat berupa tumor primer maupun metastase. Apabila sel-sel tumor berasal dari jaringan otak itu sendiri disebut tumoo otak primer dan berasal dari organ-organ lain seperti kanker paru, payudara, prostase,ginjal dan lain-lain disebut tumor otak sekunder (mayer,sa,2002). Tumor otak adalah sebuah lesi terletak pada intrakarnial yang menempati ruang didalam tengkorak (bruner and suddarti,20020. Tumor otak adalah neoplasma yang berasal dari sel saraf,neuro ephitelium,saraf cranial,pembuluh darah,kelenjar pineal,hipofisis (donna L wong,2002).
Klasifikasi
Tumor otak ada bermacam-macam menurut price,Sylvia ardeson,2000,yaitu :
1.      Giloma adalah tumor jaringan gila (jaringan penunjang dalam system saraf pusat, bertanggung jawab atas kira-kira 40 sampai 50% tumor otak).
2.      Tumor meningen merupakan tumor asal meningen,sel-sel mesofel dan sel-sel jaringan penyambung araknoid dan dura dari paling penting.
3.      Tumor hipofisis berasal dari sel-sel kromofob,eosinofil atau basofil dari hipofisis anterior
4.      Tumor metastasis adalah lesi-lesi metastasis merupakan kira-kira 5- 10% dari seluruh tumor otak dan dapat berasal dari sembarang tempat primer.
5.      Tumor pembuluh darah antara lain angioma, hemangimablastoma,sindrom non hippel-lindon.
B.     ETIOLOGI
Etiologi pasti terjadinya tumor otak belum diketahui,namun menurut bebrapa ahli dapat terjadi akibat proses primer dan sekunder.
-          primer
1.      gangguan pada otak
2.      gangguan imunologi tubuh
3.      gangguan fungsi hipofisis
4.      virus
5.      taxin
6.      factor genetic
7.      riwayat trauma kepala
8.      paparan bahan kimia yang bersifat carsinogenik
-          sekunder : metastase tumor lain, biasanya tumor paru dan payudara.
C.     TANDA GEJALA
Menurut price,Sylvia ardeson,2000 :
1.      Sakit kepala
Nyeri bersifat dalam dan terus menerus,tumpul dan terkadang-kadang hebat sekali. Nyeri ini paling hebat pada pagi hari dan lebih menjadi lebih hebat oleh aktivitas yang biasanya meningkatkan TIK seperti membungkuk, batuk, mengejan waktu BAB.
2.      Nausea dan muntah
Terjadi sebagai akibat rangsangan pusat muntah pada medulla oblongata.
3.      Papiledema
Disebabkan oleh status vena yang menimbulkan pembengkakan papilla nervoptist.
4.      Gejala fokal
a.       Tumor korteks motorik
Kejang yang terletak pada satu sisi tubuh.
b.      Tumor lobus aksipital
Menimbulakan gejala visual (hialngnya penglihatan pada setengah lapang pandang, pada sisi yang berlawanan dari tumor )
c.       Tumor serebelum
Pusing,ataksia, jalan sempoyongan,nistagmus
d.      Tumor lobus frontal
Gangguan kepribadian perubahan status emosional dan tingkah laku.
e.       Tumor sudut serebroponsin yang pertama tinnitus,vertigo,tuli.
Berikutnya kesemutan,rasa gatal pada wajah,selanjutnya paralisis,akhirnya ada abnormalitas pada fungsi motorik.

D.    PATOFISIOLOGI
Gejala tumor intrakarnial dapat memberikan efek local ataupun efek general. Pada lobus frontal terjadi gangguan kepribadian gangguanb efek, disfungsi system motor, kejang, aphasia pada presental gyrus dapat ditemukan kejang jacksionian. Pada lobus oksipital terjadi gangguan penglihatan. Dan sakit kepala (hedache) lobus temporal biasa terjadi halusinasi pendengaran,penglihatan, atau gustatory dan kejang psikomotor,aphasia pada lobus parietal dapt ditemukan ketidakmampuan membedakan  kiri-kanan, deficit sensori (kontralateral). Ada juga yang menekan secar langsung pada struktur saraf.
Suatu tumor otak sesuai type dimana-mana pada rongga cranial biasa menyebabkan peningkatan tekanan intracranial (TIK). Bila tumor berada di ventrikel maka dapat menyebabkan obstruksi. Bila edema meningkat maka suplay darah ke otak menurun dan karbondioksida tertahan. Pembuluh darah dilatasi untuk meningkatkan suplay oksigen darah. Hal ini malah akan memperberat edem.
Papiledema merupakan efek general dari peningkatan tekanan intracranial dan sering sebagai tanda terakhir yang timbul kematian akibat kompresi batang otak.

PATHWAY
Trauma kepala       factor genetic      paparan bahan kimia           virus                      toxin




Edema otak                                         peningkatan                  obstruksi cairan             
massa otak                     cerebrospinal
Perubahan suplay                               
Darah ke otak                                      kompensasi                  hidrosefalus/odema otak
1.      Vasokontriksi pembuluh
Nekrosis jaringan                                      darah otak
2.      Mempercepat absorbsi
Kehilangan fungsi secara akut                  cairan serebrospinal

                                    Kejang                      edema
Kejang resiko cedera 
                        MK: resiko cedera          peningkatan TIK
 MK : perubahan perfusi jaringan otak

Nyeri kepala           mual muntah         bradikardi              kesadaran menurun

Progesif                    proyektil           curah jantung            gangguan aliran darah
                                                               menurun
Syok neurogenik     MK: gangguan
                                         Kebutuhan     MK: intoleransi     MK: kemungkinan
MK : gangguan rasa       nutrisi                   aktivitas                 kematian
Nyaman nyeri
                           Operasi                             radiasi                          kemoterapi
                               
                          MK : cemas     kematian sel     MK: integritas      nyeri    rambut    pusing
                                                                                     Kulit                       rontok
                                       
                                     MK : gangguan rasa             MK: gangguan    MK: gangguan perfusi
                                                      Nyeri              body image                        jaringan
E.   




  PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.      CT scan
2.      Pemeriksaan cairan serebrospinal
3.      Biopsy stereotaktik
4.      Angiografi srebral
5.      Electroencephalogram
F.      PENATALAKSAAN
a.       Terapi radiasi
b.      Pembedahan
c.       Terapi obat
·         Kortikosteroid : dexsametason
·         Antikonvulalsan : pheniton
·         Antidiuretik : manitol
·         Kemoterapi
G.    DIAGNOSA
1.      Resiko cedera b.d kejang
2.      Perubahan perfusi jaringan b.d perubahan suplay darah ke otak,pusing.
3.      Gangguan rasa nyaman nyeri b.d nyeri kepala,syok neurogenik
4.      Gangguan kebutuhan nutrisi b.d mual muntah
5.      Intoleransi aktivitas b.d curah jantung menurun
6.      Kemungkinan kematian b.d kesadaran menurun
7.      Cemas b.d proses operasi
8.      Integritas kulit b.d akibat radiasi
9.      Gangguan body image b.d rambut rontok akibat kemoterapi




 maaf pathwaynya kurang jelas,,dan untuk intervensi bisa cari di buku nanda nic noc..dijamin lengkap,,,,,,,,,,,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar